Kecintaan yang Berselimut Kebenciaan

Rasa-rasanya semakin mendaki puncak Tahun Politik, orang-orang masih semakin saling menghujat, menuduh dan membenci. Atas nama "Kecintaan" akal sehat sepertinya tak berlaku, hanya karena kekuasaan hubungan antar manusia keluar dari hakikat kehidupan. Kepentingan itu aku kira akan berdampak baik, nyatanya dari tahun Politik sebelumnya orang-orang malah semakin berjauhan.
Dikisahkan sepasang remaja saling jatuh cinta, bertahun-tahun mereka memadu kasih, tentu mereka telah melawati berbagai macam dinamika percintaan seperti pasangan pada umumnya. Pertengkaran, cemburu yang membuta, hubungan yang putus nyambung, sampai takut kehilangan adalah momen dimana mereka mencoba untuk saling memahami satu sama lain.

Hingga pada akhirnya mereka memantapkan hati dalam satu ikatan yang disebut "Akad". Dianugerahi  anak-anak yang bertanggung jawab, alim dan Sholehah, kisah percintaan itu berlanjut sampai mereka tua, hingga puncaknya mereka dikuburkan dilahan yang sama dan berdampingan.

Ada juga kisah persahabatan yang dibangun sejak lama. Persahabatan itu bertahan tidak hanya sampai pada satu generasi, akan tetapi diwariskan sampai kepada anak dan cucu. Pastinya, jalinan persahabatan itu tidak akan bertahan lama ketika mereka tidak saling mengerti dan memahami sebagai sahabat. "Bahagia ketika melihat sahabat senang, bersimpati dan menghibur disaat sahabat sedih," membuat persahabatan mereka terbebas dari ruang dan waktu.

Dua kisah tentang "Cinta Antar Manusia" baru kutemui di sebuah Novel Fiksi bergenre Romantis Klasik. Jujur saja diumur kepala dua, aku belum menemukan kisah indah seperti yang ada didalam novel tersebut. Terlihat indah karena para manusia menjalani hidup dengan "kasih sayang sesama manusia" sebagaimana perintah yang mahakuasa pesan melalui Wahyu-wahyunya.

Yang aku lihat di dimensi kehidupan nyata saat ini, orang-orang bersikap individualis, masa bodoh terhadap kehidupan manusia lainnya. Bukan mereka tidak ingin mencampuri urusan orang lain, melainkan karena tidak memiliki sikap kepedulian antar sesama manusia.

Ditambah, dinamika perebutan kekuasaan yang penuh dengan propaganda membuat hubungan antar manusia semakin merenggang. Yang dulu bersikap biasa, sekarang terlihat aktif, atau dulu berteman, sekarang untuk saling tegur terasa kaku. Para perebut kekuasaan katakan bahwa perilaku  kehidupan seperti itu adalah hal yang biasa didalam kontestasi politik, karena orang-orang mempunyai sikap dalam menentukan dan mempertahankan pilihannya.

Padahal jika diamati, apa yang dikatakan si Fulan perebut kekuasaan hanya bagian menghindari agar tidak dikambing hitamkan atas perpecahan yang terjadi. Dan, hal tersebut tidak disadari oleh orang-orang kebanyakan.

Mereka memperlihatkan "Kecintaan" dalam bentuk fanatisme yang berlebihan, mempertahan sikap dengan melakukan pembenaran, bukan berangkat atau berakhir dengan esensi "Kebenaran". Yang aku dan teman-temanku yakini "Cinta" harus diaplikasikan dengan saling mengerti atau memahami.

Membuang egosentris yang keluar dari esensi cinta itu sendiri. Antar Manusia harus saling menghormati, tidak ada alasan untuk manusia saling membenci hanya karena bersikap fanatik terhadap manusia lainnya. Yang terpenting, hubungan antar manusia yang berselimut "Kecintaan dan Kasih Sayang" harus terus dipertahankan dan tak boleh runtuh hanya karena perbedaan. (iat)

Dongeng Republik Kebebasan

Sumber gambar : pixabay.com
Kita harusnya bangga sebagai warga Republik ini. Bukan karena disini tempat berkumpulnya para penghobi minum kopi, tapi di sinilah wadah kebebasan yang hakiki.

Republik belahan dunia mana yang dapat mempersatukan banyak bentuk rupa pikiran dan sifat kemanusiaan. Disini, kita semua bisa bergaul dengan bebas, bahkan teman kau anggap sebagai saudaramu sendiri, bercanda tanpa menyakiti perasaan.

Kita bisa duduk bersama sembari berdiskusi dengan pemikiran apapun itu. Terserah, apakah agama, politik, cinta dan sebagainya. Semuanya bisa kita diskusikan dengan pikiran terbuka dan hati yang senang, tanpa takut untuk di bully.

Khususnya sekat-sekat SARA tak berlaku disini, semuanya menyatu dengan kecintaan, merangkul dengan kasih sayang. Kabar baiknya Surgamu tidak akan dimonopoli oleh siapapun dan begitu juga dengan kehidupan duniamu tidak akan berisi hasutan dan kebencian.

Orang-orang tua disini selain baik juga mereka ramah-ramah, khususnya terhadap anak muda. Mereka tidak mengajarkan tapi membimbing, mereka menegur tapi menghargai, mengkritik tapi tetap menghormati.

Disisi lain, anak-anak muda disini tidak ada sebagai penjilat, tidak juga sok idealis. Yang pasti, mereka tidak mudah termakan hasutan dan bukan pengonsumsi hoax pembodohan. Semua bicara tentang cinta, tidak membuat gerakan menolak pacaran, tapi lebih mengajurkan untuk menikah. Kalaupun menikah dianjurkan di umur ideal, bukan umur deal-dealan.

Dalam beragama tidak ada klaim pembenaran dan para umatnya tidak mengekploitasi kebenaran. Terkait bersuku, tidak ada perdebatan siapa pribumi. Semuanya, dianggap mempunyai hak yang sama untuk bertahan hidup dan memperoleh keadilan.

Soal berpolitik senjatanya bukan hoax atau pernyataan provokasi pembodohan. Para tim sukses dan partisan ribut dengan gagasan, tidak membuat pernyataan yang memancing aksi kekerasan dan pemecah persatuan.

Sistem pendidikan disini, menggunakan kurikulum kebebasan. Kita belajar sesuai dengan kemampuan dan minat, jam materinya tak lama, praktek yang paling diutamakan.

Dalam bernegara tidak ada yang mengklaim paling nasionalis, lalu menuduh orang lain intoleran. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam bernegara. Kita tidak dilarang berpikir radikal, komunis, liberal dan sebagainya. Selama tindakan masih sesuai dengan ideologi bangsa, pemikiran masih akan tetap diberi kebebasan.

Yang patut membuat kita bahagia, disini tidak ada politikus seperti Fadli Zon Cs dan Budiman dkk yang lupa dengan cita-cita reformasinya. #Selamat Ngopi.

(Penting) Kepercayaan Masyarakat Untuk Penyelenggara Pemilu.

Kotak Suara Pemilu 2019 menjadi perdebatan Publik.
Belakangan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sorotan Publik. Ternyata, penggunaan kotak suara berbahan karton pada pemilu 2019 ramai diperbincangkan oleh maha besar netizen. Sebelum kotak suara, masuknya penyandang disabilitas grahita kedalam DPT juga menjadi perdebatan.

Pro dan kontra terkait dengan penggunaan kotak suara tersebut semakin melebar. Bahkan Meme propaganda semakin liar di share secara berulang oleh warga net. Berbagi spekulasi juga bertebaran, ada yang mengatakan bahwa penggunaan kotak suara tersebut akan menguntungkan salah satu calon dan kotak itu sangat rentan akan terjadinya kecurangan.

Isu-isu yang diarahkan kepada KPU,  digiring sedemikian rupa, seolah untuk membuat publik tidak percaya terhadap penyelenggara. Ditambah Kebencian dan ketidakpahaman membuat orang-orang fanatik dengan mudah terpancing.

Padahal sudah sangat jelas ketentuan Penggunaan Surat Suara tersebut sudah diatur di Pasal 7 dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Norma, Standard, Prosedur, Kebutuhan Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Penyelenggara Pemilihan Umum. Apalagi penggunaan kotak suara seperti itu sudah pernah digunakan di Pemilu sebelumnya.

Tentu jika perdebatan dan isu tersebut dibiarkan begitu saja, akan mempengaruhi kredibilitas penyelenggara pemilu di mata masyarakat sebagai ujung tombak pesta demokrasi di Indonesia. Tapi entah kenapa peserta pemilu yang mempunyai kewajiban memberikan pendidikan politik seolah asik dengan perdebatan sendiri dan tidak peduli dengan pembodohan politik yang terjadi.

Suka tidak suka dengan kebijakan yang ada. KPU, secara kelembagaan harus tetap dihormati dan dipercaya, apalagi selama ini KPU terus berbenah, untuk menyelenggarakan pemilu semakin baik kedepannya. Kredibilitas KPU sebagai lembaga yang penyelenggara Pemilu untuk memilih Pemimpin dan Wakil Rakyat secara demokratis, harus tetap dijaga dan hal tersebut menjadi tugas semua pihak.

Kita tentunya tidak ingin membayangkan sebuah lembaga yang melahirkan pemimpin dan wakil rakyat tidak dipercaya oleh masyarakat. Ketidakpercayaan tersebut akan sangat berpengaruh besar bagi kesatuan dan persatuan bangsa itu sendiri. Entah, apa yang akan terjadi setelah itu ?

Bangsa ini sudah melalui perjuangan yang panjang, fase perjuangan setiap generasi selalu menjadi cerita-cerita pengantar tidur dan mengisi ruang belajar kita disekolah. Bahkan untuk merasakan demokrasi seperti ini saja, generasi terdahulu harus mengorbankan dirinya. Jangan sampai karena pesta lima tahunan fitnah dan kebencian menghilangkan akal sehat.

Lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu harus tetap menjadi kepercayaan masyarakat di dalam dinamika politik bangsa. KPU dan Bawaslu secara kelembagaan harus tetap dijaga, jika memang terindikasi adanya pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di lembaga tersebut atau merasa aturan KPU merugikan dan bertentangan dengan UU, lebih baik menggunakan mekanisme yang sudah diatur. Dimana hal tersebut juga dipertegas dan dipersilahkan didalam UU yang berlaku.

Yang pasti sistem demokrasi memberikan ruang orang-orang untuk mengkritik. INGAT ya. Kritik, bukan fitnah dan pembodohan.

Ada yang lebih penting untuk diperdebatkan anak-anak muda dan wajib kita giring. Yaitu Penerapan Young Government, sudah harus berlaku didalam pemerintah yang baru nanti.

Selanjutnya Mengembangkan Potensi Wisata | Re-Tahun 2015



Karnaval Khatulistiwa yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat sudah selesai. Kegiatan yang disambut oleh antusias masyarakat pontianak dan sekitarnya. Mungkin kegiatan ini menjadi kegiatan terbesar yang pernah diadakan di Kalimantan Barat dan yang paling spesial bagi para masyarakat yang meyaksikan hadirnya Presiden Indonesia, Kabinet dan diramaikan para-para artis Nasional. 

Karnaval Khatulistiwa pada dasarnya bukan hanya ajang menampilkan kekayaan Indonesia di mata dunia, bukan juga kegiatan akbar untuk menghibur masyrakat KALBAR Semata. Akan tetapi kegiatan menjadi ajang pendorong agar memanfaatkan keyakayaan alam dan budaya. Seluruh dunia sudah tau bahwa Indonesia bukan hanya kaya akan pulau, tapi Indonesia mempunyai keberagaman kepercayaan, alam, adat dan budaya. Yang menjadi pertanyaan sekarang sudah mampukah Indonesia, khususnya KALBAR memanfaatkan kekayaan yang ada sekarang? 

Kalimantan Barat sebenarnya mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa asalkan bisa dimanfaatkan sebenar-benarnya. Banyak daerah-daerah yang strategis di KALBAR mempunyai potensi wisata yang tak kalah dengan daerah-daerah diluar Provinsi Kalimantan Barat. Sayangnya sampai hari ini masih banyak yang memujakan sawit daripada mengembangkan pariwisata baik itu masyarakat maupun pemerintah daerah dengan dalil meningkatkan perekonomian daerah. Mungkin setelah momentum karnaval khatulistiwa pemerintah daerah dan masyarakat bisa tersadar dengan sendiri betapa penting pengembangan daerah melalui pariwisata. 

Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbasis kearah pariwitasa perlu dimanfaatkan. Agar nantinya pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan bisa terealisasikan di Kalimantan Barat. Jika dibandingkan Pengembangan Pariwisata dan Perkebunan Kelapa sawit, antara keduanya pengembangan pariwisata mempunyai prospek lebih menjanjikan kedepanya dari pada kelapa sawit. Pengembangan potensi pariwisata tidak hanya mampu mengundang turis-turis asing untuk berkunjung. Tapi mampu meningkatkan perekonomian daerah dan pembangunan didaerah wisata tersebut. 

Walaupun sudah beberapa perkebunan-perkebunan yang meyebabkan potensi wisata hilang bukan berarti daerah di Kalimantan Barat tak mempunyai potensi wisata lagi. Masih ada terdapat di masing-masing daerah, potensi wisata yang strategis untuk dikembangkan untuk menjadi daerah pariwisata. Tinggal bagaimana lagi dengan sikap masyrakat dan pemerintah daerah memanfaatkan potensi yang ada. Semoga kemeriahan Karnaval Khatulistiwa tidak hanya sampai disini tapi mampu berkelanjutan agar pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan bisa terealisasi dengan baik. 



Mamahami Bencana Alam | Tulisan Tahun 2014

Bencana Alam adalah suatu kejadian alam yang tidak bisa diprediksi yang menimbulkan kerusakan, kerugian, bahkan kematian sekalipun bagi manusia dan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas alam bahkan manusia itu sendiri. setiap bencana yang terjadi baik itu alam maupun karena human error meninggalkan duka, trauma , kesan , dan sejarah yang tak terlupakan baik oleh korban dan keluarga maupun penduduk dunia. 

Negeri ini sering sekali dilanda bencana tercatat sejak tahun 2002 hingga awal 2014 sudah 1.093 kali indonesia dilanda bencana alam  baik itu bencana hidrometeorologi maupun nonhidrometeorologi sakaligus menempatkan indonesia di empat besar negara yang rawan bencana alam di dunia.

Tsunami,Gempa bumi,Gunung menelutus,banjir,lonsor,kekeringan dan kebakaran hutan menjadi laganan yang sudah berapa tahun terakhir ini sering singgah ke indonesia. Penyebab terjadinya bencana alam tersebut meliputi dari beberapa faktor yang terdiri dari akibat dari gejala alam (Tsunami , Gempa bumi , Gunung menelutus) itu sendiri maupun bencana yang terjadi akibat dari campur tangan manusia (banjir , lonsor , kekeringan dan kebakaran hutan).

Bencana alam yang terjadi karena faktor gejala alam itu sendiri biasa sulit untuk diperkirakan dan di hindari. Manusia sering tidak berdaya untuk menghentikan bencana yang disebabkan oleh gejala alam karena kekuatanya diluar jangkauan kemampuan manusia.

Penyebab dari indonesia yang sering di singgahi bencana alam tidak lepas dari letak wilayah indonesia itu sendiri. dimana indonesia merupakan wilayah pertemuan 3 lempeng (indo-australia,Eurasia dan Lempeng Pasifik) serta indonesia dilalui oleh tiga jalur pegunungan aktif dunia yaitu sirkum pasifik dan sirkum maditerania. Hal ini meyebabkan indonesia termasuk kedalam jalur Ring Of Fire atau cincin api pasifik dunia, yang merupakan jalaur pegunungan aktif di indonesia, jadi tidak heran lagi jika di indonesia itu banyak memiliki gunung berapi aktif dan sering terjadi bencana alam baik berupa gempa bumi yang meliputi gempa tektonik dan gempa Vulkanik.

Tidak hanya sekedar dari letak wilayah indonesia penyebab dari semua bencana alam terjadi melainkan ada campur tangan kita sebagai manusia kenapa bencana itu terjadi. Banjir , Lonsor , kekeringan dan kebakaran hutan menjadi bencana yang diakibat oleh manusia penebangan hutan , pengundulan , pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi efek dari ketiga bencana tersebut.
Penjelasan atas penjabaran penyebab bencana alam meyimpulkan dan sekaligus memberi pemahaman kepada kita bahwa bencana Alam terjadi akibat dari konsekuensi dari kombinasi aktivitas alamiah dan aktivitas manusia itu sendiri.

Dimanapun kita berada bencana alam akan selalu dekat dengan manusia baik disadari kita atau tidak. Hanya saja masing-masing wilayah memiliki potensi bencana alam yang berbeda. Sehingga kita dipaksa untuk beperan penuh dan saling bergotong royong baik dengan pemerintah maupun sesama masyarakat seyogyanya penanggulangan untuk mencegah dan menghindari bencana adalah menajemen yang baik dan mendeteksi dini bencana untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut.

“Semua kondisi, situasi , benda dan mahkluk hidup yang ada disekitar sesuatu mahkluk hidup (organisme) yang mempengaruhi perikehidupan, pertumbuhan dan sifat-sifat atau karakter mahkluk hidup tersebut” Nursit Sumaatmadja (1991)

Sumber Ilmu : 
hanniyypurple.blogspot.com/2012/06/potensi-bencana-alam-di-indonesia.html
https://parapenuliskreatif.wordpress.com/tag/bencana-alam/
PDF : Bencana Alam Karena gejala Alam : Geografi for education