Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Empat Langkah Pengelolaan Hutan Yang Lestari

Pasca acara Forest Talk with Blogger Pontianak yang diselenggarakan oleh Yayasan Doktor Sjahrir dan bekerjasama dengan The Climate Reality Project Indonesia, terlaksana beberapa waktu lalu. Sebenarnya sudah dua tulisan yang telah saya buat mengenai kegiatan tersebut. Yang pertama terbit di Koran Suara Pemred dan yang kedua dengan judul Pelestarian Hutan Berbasis Kolaborasi.

Namun, karena hari ini adalah hari libur dan tidak ada yang dikerjakan, jadi saya mencoba menghubung-hubungkan apa yang pernah saya tulisan mengenai hutan dengan ide-ide yang saya dapatkan diatas motor ketika menuju warung kopi.

Bagi saya melestarikan Alam, hutan, dan isinya adalah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga peradaban manusia. Karena di hutanlah terdapat kebutuhan manusia itu sendiri.

Selain itu menjaga hutan berarti mencegah terjadinya bencana yang akan merugikan umat manusia itu sendiri. Jika kita merefleksikan bencana di daerah Kalbar berapa tahun terakhir ini, kita bisa membandingkannya.

Dulu, disaat kondisi hutan masih baik, bencana banjir memang biasa melanda desa-desa yang didaerah pesisir sungai, sekalipun besar hanya genangan saja, biasanya butuh beberapa hari untuk surut dan minimal dulu masyarakat bisa memprediksi bulan berapa air sungai akan pasang. Jadi tidak heran bila masyarakat pesisir sungai di Kalbar, membuat rumah dengan model panggung atau bertingkat dua, karena itu salah satu antisipasi terjadinya pasang sungai.

Namun pasca menipisnya hutan, karena maraknya peralihan lahan dari hutan ke perkebunan kelapa sawit, Karhutla, Penambangan legal maupun ilegal. Bencana di Kalbar sulit untuk di prediksi masyarakat. Khusus untuk daerah pesisir, jika hujan lebat dalam satu malam saja, maka masyarakat akan khawatir dengan banjir bandang akan melanda dari hulu sungai. Di beberapa daerah di Kalbar hal tersebut sangat sering menjadi duka kita bersama. Bahkan bencana kabut asap, akibat Karhutla sampai harus memakan korban.

Bencana Banjir, Karhutla, dan Longsor adalah tiga dari beberapa kejadian bencana yang diakibatkan oleh perilaku manusia itu sendiri. Di Kalimantan Barat tren bencana tahun 2014-2018 mengalami kenaikan setiap tahunnya, bahkan di Tahun 2018 bencana Banjir, Karhutla, dan tanah longsor mengalami kenaikan yang cukup signifikan, jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.


Sumber : http://dibi.bnpb.go.id
Suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa akibat ulah manusia yang tidak ramah terhadap alam, secara tidak langsung kita sedang mendukung percepatan global warming. Yang saya artikan secara kasar kita sedang melakukan perbuatan genosida terhadap generasi dimasa depan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk melakukan gerakan lestari hutan mulai dari sekarang, sebagai upaya untuk memperlambat perubahan iklim yang ekstrem dan mencegah terjadinya bencana-bencana sekarang maupun masa depan.

Seperti saya paparkan diatas. Hutan wajib di lindungi karena didalam hutanlah terdapat kebutuhan umat manusia untuk bertahan hidup. Makanya ada istilah Hutan adalah paru-paru dunia. Karena di hutanlah terdapat berbagai pepohonan dan tumbuhan yang menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida. Serta hutan juga tempat hidupnya bermacam-macam hewan. Dari sisi ekonomi, tentu apa yang ada didalam hutan terdapat nilai ekonomis yang tinggi, bahkan karena kekayaan alam, antara negara satu dan lainnya bisa berperang hanya karena memperebutkan Sumber Daya Alam.

Oleh sebab itu saya menganggap menjaga hutan adalah mensejahterakan masyarakat dan menjaga peradaban manusia. Namun dengan catatan Sumber Daya kehidupan yang ada didalamnya mampu dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baik mungkin.

Artinya Menjaga alam bukan berarti tidak boleh menggunakan apa yang ada didalam alam itu sendiri. Misalnya boleh menebang pohon, namun tidak berlebih, karena bagaimanapun sesuatu yang berlebih juga tidak baik. Setelah menyimpulkan dari beberapa literasi dan kegiatan tentang hutan yang pernah saya ikuti, ada beberapa hal menurut saya bisa dilakukan untuk Menuju Pengelolaan Hutan Yang Lestari, antara lain : 

1. Kebijakan Yang Bijaksana

Sebenarnya tidak sedikit regulasi yang mengatur berkaitan dengan pelestarian hutan, namun secara implementasi penegakan regulasi tersebut masih terkesan lemah dan lamban. Oleh karena itu harus ada kebijakan yang ramah terhadap hutan dari orang-orang yang bijaksana yaitu pemerintah dan stakeholder terkait.

Pemerintah harus benar-benar membuat kebijakan yang bijaksana dari atas sampai bawah untuk menerapkan Pembangunan Berkelanjutan yang notabene sangat memperhatikan pelestarian lingkungan. Contohnya dengan ditetapkan hutan adat, perhutanan sosial, hutan lindung dan sebagainya. 

Pengelolaan dan Pemanfaatan sumber daya alam harus benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif untuk masyarakat maupun hutan itu sendiri, regulasi harus ditegakan, dan tak kalah penting pemerintah harus mempunyai program yang meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

2. Meningkatkan Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat

Salah satu hambatan dalam pengelolaan hutan, masih minimnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan di Kalimantan Barat. Partisipasi itu minim karena ketidaktahuan masyarakat atas manfaat hutan itu sendiri. Terlihat dari semakin maraknya pembukaan lahan yang berlebih oleh masyarakat.

Oleh karena itu sosialisasi pelestarian hutan harus dilakukan transformasi. Karena selama ini sosilisasi itu hanya dilakukan sampai pada tingkat orang bepengetahuan saja seperti masyarakat terdidik yaitu pelajar atau mahasiswa. Sebenar sasarannya bagus, tapi alangkah lebih baiknya, ketika pemerintah daerah sampai desa bekerjasama dengan pihak lain mampu mensosialisasikan pelestarian hutan pada masyarakat ditingkat paling bawah. 

3. Meningkatkan Produktivitas Hutan

Pelestarian hutan juga tidak boleh mengabaikan isi dapur atau kebutuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu pengelolaan dan pemanfaatan hutan harus mampu menjawab keinginan masyarakat untuk sejahtera dari hasil hutan. Karena selama ini kendala lain dari pelestarian hutan. Masyarakat belum mendapatkan dampak positif secara ekonomis dari hasil pemanfaatan hutan.

Kebijakan, Kesadaran Masyarakat dan Produkvitas adalah satu kesatuan utuh yang tak boleh dipisahkan. Karena untuk meningkatkan produktivitas hasil hutan harus ada kesadaran masyarakat dan kebijakan yang tepat dari pemerintah. Artinya disisi masyarakat harus mampu membuat inovasi-inovasi hasil hutan untuk mempunyai nilai lebih dibandingkan produk lainnya.

Disisi lain pemerintah harus memfasilitasi bagaimana hasil-hasil hutan ini mempunyai nilai ekonomi yang baik dan stabil. Selain melakukan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan hutan, wadah pemasaran hasil hutan harus juga disediakan. Dunia Usaha harus mampu diajak bersinergitas oleh pemerintah untuk membantu menciptakan dan membangun jaringan pasar hasil hutan. Sehingga masyarakat mempunyai pendapatan tetap dari hasil hutan dan pastinya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tidak boleh dilupakan juga, bagaimana produktivitas itu diarahkan kepada hasil hutan non kayu, sehingga semangat pelestarian hutan dan meningkat kesejahteraan masyarakat benar-benar sejalan dan tercapai.

4. Pelestarian Hutan Yang Menyenangkan.

Semangat pelestarian hutan adalah mulia, artinya kemuliaan itu harus dibarengi dengan kebahagian. Pemerintah, Dunia Usaha, NGO, Masyarakat dan sebagainya tidak boleh menjadikan pelestarian hutan sebagai gerakan yang kaku dan formalitas saja. Gerakan pelestarian hutan harus menyenangkan dan tidak memberikan tanggung jawab kepada salah satu pihak.

Semua pihak harus menyadari betul bahwa pelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kolaborasi itu benar-benar berjalan secara berkelanjutan dan terus bergenerasi. Kemudian gerakan-gerakan pelestarian hutan tidak hanya boleh berisi kegiatan menanam pohon saja atau menggelar seminar di ruangan tertutup, tapi harus ada inovasi dan variasi gerakan pelestarian hutan yang seimbang, sehingga Menuju Pengelolaan Hutan Yang Lestari itu bukan hanya angan-angan saja.

Berikut ide yang saya dapatkan hasil dari ngopi. Mungkin masih jauh dari kata sempurna dan penuh retorika. Serta masih banyak konsep pelestarian hutan yang jauh lebih baik dari saya tulis ini.

Namun percayalah tulisan ini dibuat salah satu bentuk kepedulian saya mempertahankan isi dari puisi galau yang dibacakan oleh Dian Sastro di Film “Ada Apa Dengan Cinta”. 

Ada kalimat di puisi tersebut “Kulari Kehutan, Kemudian Menyanyiku.” membayangkan jika hutan tak ada maka puisinya akan menjadi “Kulari Kekebun Sawit, Kemudian Menyanyiku” rasa-rasa ketika berubah seperti itu ingin aku teriak “pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar gaduh sampai gaduh.”
“Lestari Hutanku, Majulah Negeriku”

Pelestarian Hutan berbasis Kolaborasi


Acara Forest Talk with Blogger di Pontianak

Disaat orang-orang sibuk berdebat terkait siapa yang menang dalam kontestasi pemilihan umum paling rumit dan heboh sedunia tahun ini. Terdapat orang-orang begitu khusyuk menyayikan lagu Indonesia Raya di sebuah ruangan yang terletak di Hotel Ibis Pontianak, Sabtu (20/4/2019) lalu.

Lagu yang diciptakan W.R Soepratman tersebut, sebagai pembuka acara Forest Talk with Blogger Pontianak yang diselenggarakan Yayasan Doktor Sjahrir dan bekerjasama dengan The Climate Reality Project Indonesia. Kegiatan yang mengangkat tema “Menuju Pengelolaan Hutan Yang Lestari” dan diikuti kurang lebih 45 Blogger Pontianak sebagai bagian mengajak sebanyak-banyak orang untuk peduli terhadap isu pelestarian hutan dan lingkungan hidup.


Dimana dalam kegiatan tersebut para peserta diperkenalkan dengan isu Pemanasan Global dan Perubahan Iklim, Pengelolaan Hutan dan Lanskap yang berkelanjutan dan meteri menarik lainnya. Tidak kalah menarik para peserta juga dikenalkan dengan Desa Makmur Peduli Api yang dikelola oleh Desa Sumber Agung yang terletak di Kabupaten Kubu Raya bersama dengan APP Sinar Mas.


Terlepas dari materi-materi yang disampaikan oleh para pembicara masih dirasakan kurang. Namun , didapat satu kesimpulan bahwa pelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama, baik itu pemerintah, perusahaan, dan masyarakat itu sendiri adalah satu kesatuan utuh yang harus berkolaborasi untuk melestarikan hutan dan lingkungan hidup di sekitarnya.

Hutan Indonesia

Sekalipun Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di Dunia, tapi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat 63% atau 120,6 juta hektar daratannya adalah kawasan hutan. Sedangkan sisanya 37% merupakan areal penggunaan lain (APL), terdapat juga, sekitar 5,3 juta hektar perarian wilayah indonesia ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan Dimana sampai dengan Desember 2017 luas total kawan hutan dan kawasan konservasi perairan sekitar 125,9 juta hektar. 
Sumber : Buku Status Hutan dan Kehutanan Indonesia tahun 2018
Namun, jika melihat data tersebut terjadi penurunan dari pada tahun 2015. Dimana Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia (Sumber : BPS 2015) mencatat jumlah luas daratan dan perairan kawasan hutan 126,0 juta hektar. Adanya penurunan disebabkan oleh Deforestasi dan degradasi hutan yang selama ini memang menjadi masalah utama bagi pelestarian hutan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Dimana terjadinya Deforestasi dan degradasi hutan dikarenakan adanya aktivitas pembangunan baik di sektor kehutanan maupun non kehutanan. 
Saya kira, kita semua sepakat awal mula terjadinya deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia terjadi, karena adanya pembukaan lahan berlebih, dikarenakan alih fungsi lahan ke Perkebunan Kelapa Sawit, pertambangan, termasuk disebabkan kebakaran hutan itu sendiri dan sebagainya.
Jika membicarakan Deforestasi dan Degradasi saat itu, tentu tidak bisa dilepaskan dari sektor ekonomi, baik itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun meningkatkan pendapatan daerah yang nantinya juga akan dialokasikan pembangunan didaerah itu sendiri. Hanya saja apapun alasannya sebuah kebijakan mengenai deforestasi mempunyai konsekuensi, dimana saat ini output dari deforestasi itu sendiri lebih dominan sisi negatif daripada positif. Hal tersebut dikarenakan kurang matangnya perencanaan sebelum mengambil langkah deforestasi.

Tentu jika kondisi hari ini, Republik Indonesia sebagai sebuah bangsa masih mempunyai pekerjaan rumah terhadap isu pelestarian hutan ini. Harus diakui isu Hutan masih menjadi persoalan setiap periode pemerintah. Seperti, masih terjadinya kebakaran hutan setiap tahun, terjadinya konflik agaria antara perusahaan dan masyarakat, dan persoalan lainnya. Ditambah slogan program pembangunan berkelanjutan yang sangat memperhatikan aspek lingkungan, sejauh ini masih berjalan inskosistensi. Pemerintah masih kebingungan bila isu pelestarian hutan ditabrakan dengan investasi sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi Hutan di Kalimantan Barat

BPS Kalimantan Barat menyebut Kalbar termasuk salah satu provinsi yang memiliki kawasan hutan cukup luas setelah Papua, Kaltim, dan Kalteng yaitu 6,39 dari kawasan hutan di Indonesia, dimana luas kawasan hutannya adalah 8.389.601 ha, yang terdiri dari hutan lindung (2.31 juta ha), kawasan suaka alam dan pelestarian alam (1.62 juta ha). Sedangkan kawasan budidaya sebagian besar untuk hutan produksi terbatas (2.12 juta ha), hutan produksi biasa (2.12 juta ha) dan hutan konservasi hanya mencapai sebesar 197.918 ha.

Sekalipun Kalbar masih dianggap wilayah yang mempunyai kawasan cukup luas, tapi tentunya masyarakat Kalimantan Barat menyadari betul bahwa kondisi hutan di Kalimantan Barat cukup memprihatinkan, terlihat dari masih terjadinya Karhutla setiap tahun, alih fungsi lahan yang ke perkebunan kelapa sawit yang semakin bertambah, stagnasi pengurangan lahan kritis dan mungkin yang paling jelas adalah semakin berkurangnya flora dan fauna yang berasal dari hutan itu sendiri.



Tentu ini wajib menjadi tanggung jawab bersama bahwa hutan Kalimantan Barat harus tetap menjadi perhatian serius, setidaknya implementasi dari Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kalimantan Barat tahun 2014 – 2034 harus tetap dikawal, agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu yang pembangunannya banyak mengorbankan kawasan hutan.

Dalam Kesempatan beberapa waktu yang lalu, Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengatakan Kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi di Kalbar meliputi sektor unggulan perdagangan dan jasa, industri, pariwisata, pertambangan batu bara, perkebunan karet dan sawit pertambangan bausit dan sektor unggulan lainnya (Sumber).

Aksi Kolaborasi Pelestarian Hutan

Sebagaimana yang dijelaskan diatas kendala-kendala dalam pelestarian hutan di Kalimantan Barat ketika pelestarian hutan dan lingkungan hidup ditabrakan dengan aktivitas peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sebab saat ini masyarakat Kalbar lebih cenderung meningkat perekonomian-nya dikarenakan sektor perkebunan kelapa sawit. Bahkan data menunjukan setiap tahunnya Perkebunan Sawit milik rakyat semakin meningkat, khususnya 2016 - 2017. 

Kolaborasi kebijakan dan Program

Saya masih percaya bahwa pelestarian hutan dan lingkungan yang berkelanjutan adalah upaya menjaga kesejahteraan masyarakat dan peradaban manusia. Karena bagaimanapun apa yang ada didalam hutan terdapat sumber daya manusia untuk bertahan hidup.
Salah satu yang saya apresiasi dari Pemerintah Provinsi dibawah Kepemimpinan Gubernur Sutarmidji adalah ketegasan beliau didalam menegakan aturan terhadap perusahaan-perusahaan nakal yang ada di Kalbar. Bahkan dibeberapa kesempatan acara kordinasi antara Pemprov dan Dunia Usaha, khususnya perusahaan sawit. Sutarmidji menekankan pentingnya perusahaan sawit berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Kalbar. Dimana dia meminta dunia usaha juga membantu meningkatkan perekonomian di sektor produksi hasil hutan non kayu, melalui dana CSR.

Apalagi melalui Program unggulan Sutarmidji yaitu melakukan percepatan status desa di Kalbar menjadi desa mandiri. Dimana indikator desa mandiri terdapat komposit ekologi atau lingkungan hidup meliputi indikator kualitas lingkungan dan potensi/rawan bencana. Ditambah adanya aktivitas kolaborasi Pemprov dan Dunia Usaha dalam penangganan dan pencegahan Karhutla di Kalbar.  

Poin Kolaborasi tersebut juga saya dapatkan ketika mengikuti kegiatan acara Forest Talk with Blogger Pontianak, khusus ketika Mbak Atiek Widiyati perwakilan dari Yayasan Tropenbos Indonesia memberikan materi, dimana poin pentingnya perlu adanya kolaborasi dan partisipasi semua pihak dalam melakukan  pelestarian hutan yang berkelanjutan di Kalbar.

Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Partisipasi Masyarakat

Ada beberapa desa di Kalbar yang saat ini sudah mampu mengelola potensi sumber daya yang ada di desa. Salah satunya Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar,  Kabupaten Kubu Raya. Dimana saat ini Desa Sumber Agung mampu memproduksi hasil hutan bukan kayu yaitu Madu Kelulut dan juga mempunyai lahan budidaya kopi, dengan memanfaatkan kelompok-kelompok pengelola hasil hutan yang aktif diberikan pelatihan.

Hebatnya, untuk mencegah deforestasi dan degradasi karena pembukaan lahan. Desa Sumber Agung mempunyai konsep tata cara pembukaan areal lahan melalui peraturan desa dan berkolaborasi dengan perusahaan setempat. Bahkan di tahun 2019 pihaknya sudah membangun atau menyusun konsep yang intinya untuk adaptasi dan mitigasi pencegahan isu pemanasan global dengan mengkolaborasikan sektor peternakan dan perkebunan.

Sudah ada itikad baik pemerintah untuk menjaga kawasan hutan dengan menetapkan perhutanan sosial yang bisa dikelola masyarakat dan hutan desa maupun hutan adat. Hanya saja kebijakan yang ada saat ini tidak barengi dengan sosialisasi kepada masyarakat, disisi lain masyarakat kita masih kurang paham dari pemanfatan dan pengelolan hutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. 

Poin penting saat ini bagaimana pemerintah melalui sosilisasinya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa hutan juga mempunyai potensi yang luar biasa untuk meningkatkan perekonomian mereka. Tentu terlepas dari itu, Pemerintah tingkat atas sampai bawah bekerjasama dengan dunia usaha harus mampu membangun pasar untuk menjual hasil pengelolaan hutan yang dilakukan masyarakat. Apabila kebutuhan tersebut mampu dipenuhi oleh pemerintah maka masyarakat dengan sendiri akan sadar betapa pentingnya menjaga hutan dan lingkungan hidup. 
Melalui sosialisasi dan pelatihan yang berkelanjutan serta inovasi terbarukan. Saya yakin produksi hasil hutan di Kalbar akan meningkat dan disisi lain kelestarian hutan dan lingkungan tetap terjaga sebagaimana mestinya. 
Melalui sinergitas Pemerintah dan Partisipasi warga serta pihak ketiga, baik dunia usaha dan NGO komitmen pelestarian hutan tidak hanya sebatas selogan, tapi sudah mampu dipraktekan secara nyata dan implementasi “Pembangunan Berkelanjutan” berjalan sebagaimana mestinya.
"Lestari Hutanku, Jayalah Negeri ku."

Blogger dan Pelestarian Hutan

Seiring perkembangan kemajuan teknologi, khususnya media sosial. Arus informasi tidak terbendung, tentu konsekuensi dari perubahan peradaban tersebut mempunyai dampak positif dan negatif. Contoh saja dari sisi negatif maraknya hoax, ujaran kebencian dan sebagainya di Timeline media sosial kita. Sedangkan sisi Positif misalnya kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelestarian hutan melalui media sosial selalu ditutupi oleh isu-isu yang kontra produktif.

Keberadaan Blogger tidak bisa dianggap remeh dalam melakukan penyadaran di masyarakat, seingat saya Blogger Indonesia punya jasa besar menimalisir keberadaan konten dewasa di mesin pencarian google. Dimana pada saat itu, sebelum adanya tindakan tegas dari pemerintahm Blogger seluruh Indonesia serentak membuat konten tulisan untuk menurunkan rating konten dewasa dan terbukti gerakan tersebut berhasil menyingkirkan konten-konten dewasa yang saat itu menguasai urutan atas di pencarian google. 

Artinya tidak salah Yayasan Doktor Sjahrir bergerak dari satu provinsi ke provinsi lain untuk menggelar Talkshow bersama dengan para Blogger, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Dimana menurut saya kegiatan ini merupakan kolaborasi dan aksi kongkrit untuk menambahkan kesadaran masyakarat. 

Apalagi jika melihat tulisan-tulisan pelestarian hutan saat ini sangat minim sekali konten di pencarian google. Sekalipun ada tulisan-tulisan tersebut kebanyakan formal dan materi yang bersifat teoritis saja. Tentu dengan keterlibatan para Blogger yang notabene punya skill penulisan menarik, enak dipahami dan mudah baca, mampu menjawab persoalan kampanye penyadaran pelestarian hutan di Media Internet.

Para Blogger tidak hanya menulis berkaitan dengan konten-konten pelestarian hutan saja, tapi mereka dapat meramu teori-teori manfaat hutan melalui tulisannya, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat itu sendiri. Bahkan para Blogger bisa membangun dan memperluas jaringan pasar penjualan hasil produksi hutan di Kalimantan Barat, tidak hanya ditingkat nasional namun mampu menjangkau pasar internasional. 
Tinggal bagaimana pihak pemerintah bekerjasama dengan dunia usaha dan NGO, memfasilitasi dan memberdayakan para blogger di Kalimantan Barat. 

Selanjutnya Mengembangkan Potensi Wisata | Re-Tahun 2015



Karnaval Khatulistiwa yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat sudah selesai. Kegiatan yang disambut oleh antusias masyarakat pontianak dan sekitarnya. Mungkin kegiatan ini menjadi kegiatan terbesar yang pernah diadakan di Kalimantan Barat dan yang paling spesial bagi para masyarakat yang meyaksikan hadirnya Presiden Indonesia, Kabinet dan diramaikan para-para artis Nasional. 

Karnaval Khatulistiwa pada dasarnya bukan hanya ajang menampilkan kekayaan Indonesia di mata dunia, bukan juga kegiatan akbar untuk menghibur masyrakat KALBAR Semata. Akan tetapi kegiatan menjadi ajang pendorong agar memanfaatkan keyakayaan alam dan budaya. Seluruh dunia sudah tau bahwa Indonesia bukan hanya kaya akan pulau, tapi Indonesia mempunyai keberagaman kepercayaan, alam, adat dan budaya. Yang menjadi pertanyaan sekarang sudah mampukah Indonesia, khususnya KALBAR memanfaatkan kekayaan yang ada sekarang? 

Kalimantan Barat sebenarnya mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa asalkan bisa dimanfaatkan sebenar-benarnya. Banyak daerah-daerah yang strategis di KALBAR mempunyai potensi wisata yang tak kalah dengan daerah-daerah diluar Provinsi Kalimantan Barat. Sayangnya sampai hari ini masih banyak yang memujakan sawit daripada mengembangkan pariwisata baik itu masyarakat maupun pemerintah daerah dengan dalil meningkatkan perekonomian daerah. Mungkin setelah momentum karnaval khatulistiwa pemerintah daerah dan masyarakat bisa tersadar dengan sendiri betapa penting pengembangan daerah melalui pariwisata. 

Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbasis kearah pariwitasa perlu dimanfaatkan. Agar nantinya pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan bisa terealisasikan di Kalimantan Barat. Jika dibandingkan Pengembangan Pariwisata dan Perkebunan Kelapa sawit, antara keduanya pengembangan pariwisata mempunyai prospek lebih menjanjikan kedepanya dari pada kelapa sawit. Pengembangan potensi pariwisata tidak hanya mampu mengundang turis-turis asing untuk berkunjung. Tapi mampu meningkatkan perekonomian daerah dan pembangunan didaerah wisata tersebut. 

Walaupun sudah beberapa perkebunan-perkebunan yang meyebabkan potensi wisata hilang bukan berarti daerah di Kalimantan Barat tak mempunyai potensi wisata lagi. Masih ada terdapat di masing-masing daerah, potensi wisata yang strategis untuk dikembangkan untuk menjadi daerah pariwisata. Tinggal bagaimana lagi dengan sikap masyrakat dan pemerintah daerah memanfaatkan potensi yang ada. Semoga kemeriahan Karnaval Khatulistiwa tidak hanya sampai disini tapi mampu berkelanjutan agar pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan bisa terealisasi dengan baik. 



Mamahami Bencana Alam | Tulisan Tahun 2014

Bencana Alam adalah suatu kejadian alam yang tidak bisa diprediksi yang menimbulkan kerusakan, kerugian, bahkan kematian sekalipun bagi manusia dan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas alam bahkan manusia itu sendiri. setiap bencana yang terjadi baik itu alam maupun karena human error meninggalkan duka, trauma , kesan , dan sejarah yang tak terlupakan baik oleh korban dan keluarga maupun penduduk dunia. 

Negeri ini sering sekali dilanda bencana tercatat sejak tahun 2002 hingga awal 2014 sudah 1.093 kali indonesia dilanda bencana alam  baik itu bencana hidrometeorologi maupun nonhidrometeorologi sakaligus menempatkan indonesia di empat besar negara yang rawan bencana alam di dunia.

Tsunami,Gempa bumi,Gunung menelutus,banjir,lonsor,kekeringan dan kebakaran hutan menjadi laganan yang sudah berapa tahun terakhir ini sering singgah ke indonesia. Penyebab terjadinya bencana alam tersebut meliputi dari beberapa faktor yang terdiri dari akibat dari gejala alam (Tsunami , Gempa bumi , Gunung menelutus) itu sendiri maupun bencana yang terjadi akibat dari campur tangan manusia (banjir , lonsor , kekeringan dan kebakaran hutan).

Bencana alam yang terjadi karena faktor gejala alam itu sendiri biasa sulit untuk diperkirakan dan di hindari. Manusia sering tidak berdaya untuk menghentikan bencana yang disebabkan oleh gejala alam karena kekuatanya diluar jangkauan kemampuan manusia.

Penyebab dari indonesia yang sering di singgahi bencana alam tidak lepas dari letak wilayah indonesia itu sendiri. dimana indonesia merupakan wilayah pertemuan 3 lempeng (indo-australia,Eurasia dan Lempeng Pasifik) serta indonesia dilalui oleh tiga jalur pegunungan aktif dunia yaitu sirkum pasifik dan sirkum maditerania. Hal ini meyebabkan indonesia termasuk kedalam jalur Ring Of Fire atau cincin api pasifik dunia, yang merupakan jalaur pegunungan aktif di indonesia, jadi tidak heran lagi jika di indonesia itu banyak memiliki gunung berapi aktif dan sering terjadi bencana alam baik berupa gempa bumi yang meliputi gempa tektonik dan gempa Vulkanik.

Tidak hanya sekedar dari letak wilayah indonesia penyebab dari semua bencana alam terjadi melainkan ada campur tangan kita sebagai manusia kenapa bencana itu terjadi. Banjir , Lonsor , kekeringan dan kebakaran hutan menjadi bencana yang diakibat oleh manusia penebangan hutan , pengundulan , pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi efek dari ketiga bencana tersebut.
Penjelasan atas penjabaran penyebab bencana alam meyimpulkan dan sekaligus memberi pemahaman kepada kita bahwa bencana Alam terjadi akibat dari konsekuensi dari kombinasi aktivitas alamiah dan aktivitas manusia itu sendiri.

Dimanapun kita berada bencana alam akan selalu dekat dengan manusia baik disadari kita atau tidak. Hanya saja masing-masing wilayah memiliki potensi bencana alam yang berbeda. Sehingga kita dipaksa untuk beperan penuh dan saling bergotong royong baik dengan pemerintah maupun sesama masyarakat seyogyanya penanggulangan untuk mencegah dan menghindari bencana adalah menajemen yang baik dan mendeteksi dini bencana untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut.

“Semua kondisi, situasi , benda dan mahkluk hidup yang ada disekitar sesuatu mahkluk hidup (organisme) yang mempengaruhi perikehidupan, pertumbuhan dan sifat-sifat atau karakter mahkluk hidup tersebut” Nursit Sumaatmadja (1991)

Sumber Ilmu : 
hanniyypurple.blogspot.com/2012/06/potensi-bencana-alam-di-indonesia.html
https://parapenuliskreatif.wordpress.com/tag/bencana-alam/
PDF : Bencana Alam Karena gejala Alam : Geografi for education

Blog sebagai media Edukasi (Re-Tahun 2104)

Pada dasarnya blog merupakan sebuah buku harian Online yang ada pada awal tahuun 1990-an , blog merupakan media yang sangat digemari oleh para penggemar internet saat ini.

Banyak manfaat yang kita dapatkan dari blog ini , bisa dipastikan jikalau tidak ada para blogger maka kevakuman internet bisa saja terjadi . banyak hal yang kita dapat dari dunia blogging contohnya saat ini untuk mencari uang (menambahkan financial), mencari sumber refrensi, mendapatkan informasi secara aktual.

3 tiga Hal tersebut lah yang mungkin membuat dunia blog sangat digemari sehingga tidak heran lagi ketika kita mencari di google yang merajai internet yang pasti kita akan mendapatkan hal yang Positif dan ada Negatif didalamnya.

Hal yang positif seharusnya kita tetap kita pertahankan karena saya yakin ketika pecipta blog (buku harian online) ini membuat/menciptakan media ini bukan untuk merusak generasi melainkan untuk memudahkan dan menambah pengetahuan orang banyak.

Tidak bisa dipungkiri untuk saat ini blogging sangat banyak digunakan orang untuk hal yang bersifat negatif sehingga sangat merugikan regenerasi kita , tidak heran ketika sekarang internet dijadikan permainan politik yang meyimpang (kampanye hitam) , mencari uang dengan jalan yang sesingkat-singkatnya (penipu) , dan penyebar informasi yang asal nyeleneh dan pemberi refrensi yang asal-asalan.

Permasalahan seperti ini lah yang bisa merugikan kita bersama khususnya untuk para generasi penerus bangsa dan keluarga kita , maka dengan ini permsalahan seperti ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusian dan keadilan untuk masa depan kita.

Bukan saatnya lagi kita untuk acuh tak acuh (apatis) untuk regenerasi akan datang , karena masa yang akan datang internet menjadi media yang sangat dibutuhkan. Maka dengan itu kita harus bergerak secara progresif demi menjaga kedaulatan dengan menjadikan dunia blogger menjadi media informasi dan edukasi yang memberi signifikan atau berpengaruh besar demi kemajuan masa depan keluarga dan orang terdekat kita.


“BLOGGER MENJADI PENYELAMAT GENERASI PENERUS BANGSA DAN KELUARGA”

Selamatkan Hutan kita | ditulis Tahun 2014



Luas hutan di kalbar lebih dari 9 juta hektar yang berarti mencapai tiga perempat dari luas wilayah daratan kalbar terdiri dari hutan yang dilindungan dan dimanfaatkan.  Hutan  dikalimantan barat terdiri dari 65% hutan tropis, kawasan hutan di Kalbar kaya akan berbagaai jenis kayu termasuk yang spesifik seperti ramin dan belian. Selain itu hutan ini meyimpan 1.216 jenis flora.

Namun tak lama lagi keanekaragaman hayati dan kekayaan sumber daya alam kalimantan barat akan punah oleh berbagai kebijakan yang mengeksploitasi sumber daya alam secara destruktif.  Hal ini ditunjukan dengan banyaknya proses alih fungsi lahan, illegal logging , perluasan lahan pertanian dan perkebunan ,pertambangan,eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya kayu, sampai yang saat ini berkembang pesat adalah penanaman kelapa sawit yang meraja lela.

Sebagai provinsi yang geografisnya terletak digaris khatulistiwa dan beriklim tropis serta topografi yang luas, perkembangan perkebunan di kalimantan barat dari tahun ketahun memamang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dalam skala perkebunan besar, produksi terbesar dikalbar adalah tanaman kelapa sawit hampir sepertiga luas wilayah kalbar sudah dikonversi menjadi wilayah perkebunan sawit.

Lahan sawit saat ini menjadi primadona dalam permasalahan kerusakan hutan yang ada dikalimantan barat , tercatat perkebunan kelapa sawit dikalimantan barat dimulai dari kabupaten sanggau dengan luas lahan 63.238 Ha, untuk peringkat , disusul kabupaten ketapang dengan luas 49.936 Ha, dan untuk terluas ketiga yaitu kabupaten sekadau dengan luas lahan 24.634 Ha.

Memang pada kenyataannya perkebunan kelapa sawit memberi kontribusi terhadap pembangunan didaerah kalimantan barat dan merupakan salah satu mata pencarian masyarakat,serta membantu ekonomi yang ada didaerah-daerah yang ada di kalimantan barat.

Akan tetapi dari dampak positif yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit terdapat pula dampak negatifnya , dengan keberadaan perkebunan kelapa sawit skala besar seperti sekarang ini mengancam kalimantan barat sebagai satu kesatuan ekologis. Juga merusak keseimabngan alam dan lingkusangan, seperti tanah bekas perkebunan kelapa sawit akan menjadi gersang karena unsur-unsur hara yang ada didalam tanah telah habis. Selain itu akar dari kelapa sawit yang sangat sulit untuk dibersihkan walapun pohon sawit tersebut mati , namun dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar tanah yang telah ditanami kelapa sawit dapat digunakan lagi,

Kelapa sawit bukan hanya menjadi satu-satunya penyebab kerusakan hutan yang ada dikalimantan barat , kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri biasa yang menambahkan kekacauan dan kerusakan hutan yang ada dikalbar seperti membakar hutan untuk pertanian dan perkebunan , pertambangan emas , penebangan hutan yang dilakukan tanpa memberi sumbangsih yang nyata kepada alam seperti menanam pohon kembali.

Kerusakan hutan sangat merugikan bagi kita , karena kerusakan hutan berpontensi mengakibatkan bencana alam berupa tanah lonsor, kekeringan saat musim kemarau , rusaknya lapisan ozon , efek rumah kaca global warming , menyumbang 12%-17% dari emisi karbondioksida global, punahnya kekayaan flora dan fauna khas indonesia , serta berbagai efek negatif lainya yang sangat berpengaruh bagi kehidupan kita sehari-hari bahkan kehidupan generasi selanjutnya.

Sebelum terjadinya hal yang mebuat kita meyesal dan merugikan kita sendiri tidak ada salahnya kita mencegah dan kembali menyadarkan diri sendiri berapa penting Hutan buat kita , jika hal ini berlarut-larut kerusakan hutan kita diamkan bukan mustahil kalimantan barat terjadi proses desertifikasi (penggurunan), Komitmen kita untuk menjaga hutan sangat dibutuhkan, lakukan hal yang sederhana untuk meyeimbangkan kerusakan hutan yang dilakukan masyrakat kita sendiri seperti menanam pohon, mengurangi pemakaian yang di olah dari pohon , dan sudah semestinya prinsip pengelolaan hutan yang berkelanjutan benar-benar diterapkan.

Kasacima | Lestarikan Alam Dari Sekarang (Re-Tahun 2013)


Kita saksikan saat ini bencana alam dimana-mana bahkan daerah Kalimantan barat yang dikenal dengan Hutanya lebat bisa terkena banjir Bandang tepatnya didaerah Landak , memang iya bahwa Allah lah yang merencanakan itu semua . tapi rencana Allah itu ada sebabnya mungkin ini salah satu peringatan Yang Maha Kuasa untuk kita. 

kita tidak bakalan tau kapan bencana itu datang , bencana tidak akan pernah bilang kepada kita kalau dia akan datang, melainkan bencana bisa terjadi kapan saja . nah sebelum terjadi hal yang pastinya kita tidak inginkan mari kita antisipasi .

sebuah kerugian bagi kita ketika sudah terjadi bencana , harta benda , dan nyawa pun bisa menjadi korban dari bencana yang terjadi ,  apakah kita ingin terus menerus dihantui bencana ?. kebodohan kita sebagai manusia tidak mau memperhatikan lingkungan sekitar kita .

kita terlalu bodoh untuk mempersilahkan perusahaan asing dan lokal untuk menebang pohon, menggusur hutan kita , secara berlebihan . mereka seperti itu hanya mementingkan diri sendiri , demi kantong pribadi mereka tidak ingat dengan generasi kita nanti.

saat ini yang terjadi perusahaan sawit dimana-mana ,lahan hutan kita pun menjadi sasaran , pertambangan emas sungai kita pun jadi tercemar . kita tidak bisa lebih meyalahkan mereka sebab ini lah salah satu sumber penghasilan mereka , tapi setidaknya harus ada keseimbangan dalam hal ini jangan hanya menanam sawit tapi hutan kita dibiarkan botak . alam adalah sumber kehidupan kita jangan pernah kita merusak alam dengan berlebihan .

Lestarika Alam dari sekarang ini bukan hanya untuk kita melainkan Untuk anak , cucu , dan generasi kita nanti , buat mereka hidup nyaman karena perbuatan kita sekarang . stop pembodohan tehadap kita , lawan apa yang membuat Alam kita rusak .

STOP PENEBANAGAN HUTAN , BERHENTI PENAMBANGAN EMAS , Seimbangi semua dengan menjaga Alam kita , jangan sampai Terjadi bencana Alam baru kita menyesali perbuatan kita. itu tidak lah berguna . mulai dari diri sendiri , orang lain , dan wariskan untuk generasi kita agar Alam kita terus terjaga.