Karnaval Khatulistiwa yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat sudah selesai. Kegiatan yang disambut oleh antusias masyarakat pontianak dan sekitarnya. Mungkin kegiatan ini menjadi kegiatan terbesar yang pernah diadakan di Kalimantan Barat dan yang paling spesial bagi para masyarakat yang meyaksikan hadirnya Presiden Indonesia, Kabinet dan diramaikan para-para artis Nasional.
Karnaval Khatulistiwa pada dasarnya bukan hanya ajang menampilkan kekayaan Indonesia di mata dunia, bukan juga kegiatan akbar untuk menghibur masyrakat KALBAR Semata. Akan tetapi kegiatan menjadi ajang pendorong agar memanfaatkan keyakayaan alam dan budaya. Seluruh dunia sudah tau bahwa Indonesia bukan hanya kaya akan pulau, tapi Indonesia mempunyai keberagaman kepercayaan, alam, adat dan budaya. Yang menjadi pertanyaan sekarang sudah mampukah Indonesia, khususnya KALBAR memanfaatkan kekayaan yang ada sekarang?
Kalimantan Barat sebenarnya mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa asalkan bisa dimanfaatkan sebenar-benarnya. Banyak daerah-daerah yang strategis di KALBAR mempunyai potensi wisata yang tak kalah dengan daerah-daerah diluar Provinsi Kalimantan Barat. Sayangnya sampai hari ini masih banyak yang memujakan sawit daripada mengembangkan pariwisata baik itu masyarakat maupun pemerintah daerah dengan dalil meningkatkan perekonomian daerah. Mungkin setelah momentum karnaval khatulistiwa pemerintah daerah dan masyarakat bisa tersadar dengan sendiri betapa penting pengembangan daerah melalui pariwisata.
Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbasis kearah pariwitasa perlu dimanfaatkan. Agar nantinya pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan bisa terealisasikan di Kalimantan Barat. Jika dibandingkan Pengembangan Pariwisata dan Perkebunan Kelapa sawit, antara keduanya pengembangan pariwisata mempunyai prospek lebih menjanjikan kedepanya dari pada kelapa sawit. Pengembangan potensi pariwisata tidak hanya mampu mengundang turis-turis asing untuk berkunjung. Tapi mampu meningkatkan perekonomian daerah dan pembangunan didaerah wisata tersebut.
Walaupun sudah beberapa perkebunan-perkebunan yang meyebabkan potensi wisata hilang bukan berarti daerah di Kalimantan Barat tak mempunyai potensi wisata lagi. Masih ada terdapat di masing-masing daerah, potensi wisata yang strategis untuk dikembangkan untuk menjadi daerah pariwisata. Tinggal bagaimana lagi dengan sikap masyrakat dan pemerintah daerah memanfaatkan potensi yang ada. Semoga kemeriahan Karnaval Khatulistiwa tidak hanya sampai disini tapi mampu berkelanjutan agar pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan bisa terealisasi dengan baik.


EmoticonEmoticon