Dongeng Republik Kebebasan

Sumber gambar : pixabay.com
Kita harusnya bangga sebagai warga Republik ini. Bukan karena disini tempat berkumpulnya para penghobi minum kopi, tapi di sinilah wadah kebebasan yang hakiki.

Republik belahan dunia mana yang dapat mempersatukan banyak bentuk rupa pikiran dan sifat kemanusiaan. Disini, kita semua bisa bergaul dengan bebas, bahkan teman kau anggap sebagai saudaramu sendiri, bercanda tanpa menyakiti perasaan.

Kita bisa duduk bersama sembari berdiskusi dengan pemikiran apapun itu. Terserah, apakah agama, politik, cinta dan sebagainya. Semuanya bisa kita diskusikan dengan pikiran terbuka dan hati yang senang, tanpa takut untuk di bully.

Khususnya sekat-sekat SARA tak berlaku disini, semuanya menyatu dengan kecintaan, merangkul dengan kasih sayang. Kabar baiknya Surgamu tidak akan dimonopoli oleh siapapun dan begitu juga dengan kehidupan duniamu tidak akan berisi hasutan dan kebencian.

Orang-orang tua disini selain baik juga mereka ramah-ramah, khususnya terhadap anak muda. Mereka tidak mengajarkan tapi membimbing, mereka menegur tapi menghargai, mengkritik tapi tetap menghormati.

Disisi lain, anak-anak muda disini tidak ada sebagai penjilat, tidak juga sok idealis. Yang pasti, mereka tidak mudah termakan hasutan dan bukan pengonsumsi hoax pembodohan. Semua bicara tentang cinta, tidak membuat gerakan menolak pacaran, tapi lebih mengajurkan untuk menikah. Kalaupun menikah dianjurkan di umur ideal, bukan umur deal-dealan.

Dalam beragama tidak ada klaim pembenaran dan para umatnya tidak mengekploitasi kebenaran. Terkait bersuku, tidak ada perdebatan siapa pribumi. Semuanya, dianggap mempunyai hak yang sama untuk bertahan hidup dan memperoleh keadilan.

Soal berpolitik senjatanya bukan hoax atau pernyataan provokasi pembodohan. Para tim sukses dan partisan ribut dengan gagasan, tidak membuat pernyataan yang memancing aksi kekerasan dan pemecah persatuan.

Sistem pendidikan disini, menggunakan kurikulum kebebasan. Kita belajar sesuai dengan kemampuan dan minat, jam materinya tak lama, praktek yang paling diutamakan.

Dalam bernegara tidak ada yang mengklaim paling nasionalis, lalu menuduh orang lain intoleran. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam bernegara. Kita tidak dilarang berpikir radikal, komunis, liberal dan sebagainya. Selama tindakan masih sesuai dengan ideologi bangsa, pemikiran masih akan tetap diberi kebebasan.

Yang patut membuat kita bahagia, disini tidak ada politikus seperti Fadli Zon Cs dan Budiman dkk yang lupa dengan cita-cita reformasinya. #Selamat Ngopi.

Tulisanku tidak bermakna,tidak berkualitas dan tidak bermanfaat, jadi jangan hiraukan atau dimasukan dalam hati.


EmoticonEmoticon