Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kalimantan Barat masih Kekurangan Guru

Sumber Grafis : Suara Pemred Kalbar
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, bukan hanya dalam rangka mengingatkan bangsa Indonesia atas jasa kepahlawanan Ki Hajar Dewantara di bidang pendidikan. Namun juga bagian dari refleksi bangsa bahwa masih ada perkerjaan rumah di bidang pendidikan yang belum selesai.

Jika melihat kondisi saat ini, persoalan pendidikan di Kalimantan Barat sendiri cukup kompleks, seperti masih terjadinya kesenjangan pendidikan antara kota dan desa, infrastruktur pendidikan yang belum merata, dan kurangnya jumlah guru di beberapa daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Suprianus Herman menjabarkan, menurut meraca pendidikan Kalbar 2018 total jumlah pendidik di Kalbar adalah 56.151 guru dengan rincian PAUD 2.591 orang, SD 30.611 orang, SMP 13.737 orang, SMA 6.411 orang, SMK 3.586, dan SLB 2.515 orang.

Angka tersebut masih jauh dari total jumlah murid di Kalbar yaitu 1.095.544 orang, dengan rasio pendidikan antara guru : siswa di tingkat SD 1:19, SMP 1:18, SMA 1:20 dan SMK 1:20.

"Kalau melihat dari data rasio pendidikan di Kalbar kita cukup baik. Tapi jika dilihat dari tingkat penyebaran guru memang sangat jauh atau kurang bagus penyebarannya atau tidak merata, karena banyak menumpuk di kabupaten/kota," ungkap Suprianus.

Suprianus menyadari betul bahwa persolan tersebut berasal dari masa lalu. Oleh sebab itu dirinya lebih ingin membicarakan langkah-langkah ke depan yang akan diambil untuk pemenuhan jumlah guru di daerah.

Salah satunya melalui pemberlakukan sistem zonasi pendidikan. Sistem zonasi nanti akan mengarah pada penempatan guru-guru. Namun dia tetap mengakui akan sulit menempatkan guru yang sudah di kabupaten/kota untuk ditempatkan ke kabupaten lain.

"Karena menyangkut kewenangan juga. Tentu akan selalu seperti itu, kalau memang tidak mengambil satu program nyata maka kekurangan guru akan tetap terjadi," jelasnya.

Saat ini pihaknya sedang mengadakan pemetaan guru bersama dengan kepala sekolah dan pengawas, untuk memastikan daerah-daerah mana saja yang masih kekurangan guru.

"Selain itu diberlakukan juga pengangkatan guru kontrak daerah maupun sekolah, untuk menutupi kekurangan guru tersebut," ungkapnya.

Sekalipun tahun 2019 belum diberlakukan, tapi wacana bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mempunyai jurusan pendidikan, akan menjadi pembahasan pihaknya ke depan.

Nantinya untuk menutupi kekurangan guru itu, mahasiswa perguruan tinggi yang PPL/KKL ditempatkaan di lokasi-lokasi yang kekurangan guru.

"Kita akan beri honor sesuai dengan standar honor daerah, uang transportasi dan sebagainya. Sudah ada wacana itu, kerja sama ini akan berlanjut terus menerus, sehingga tidak ada kekurangan guru lagi, apalagi berkaitan dengan mata pelajaran yang kurang," jelasnya.

"Untuk SMK guru produktif kita sangat kurang. Makanya kita akan kerja sama dengan dunia usaha dan industri biar mereka nanti bisa membantu kita sebagai tenaga pendidik," tambahnya.

Tidak adanya kewenangan provinsi dan kabupaten/kota untuk mengangkat ASN juga salah satu menjadi kendala kekurangan guru. Oleh sebab itu guru kontrak menjadi salah solusi untuk menutupi kekurangan guru yang ada saat ini.

"Makanya untuk kabupaten/kota yang membidangi SD dan SMP. Kita dorong juga untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi di masing-masing daerah," tuturnya.

Sebagaimana Tema Hardiknas 2019 Memajukan Pendidikan, Menguatkan Kebudayaan, dirinya berharap mutu pendidikan di Kalbar semakin meningkat.

Dengan program-program yang sudah, sedang dan mau dilaksanakan, dirinya berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalbar.

"Kita berharap anak-anak Kalbar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Tidak saja dia mampu memasuki lapangan kerja, tapi diharapkan mereka juga mampu menciptakan lapangan kerja dan bersaing memasuki perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri," harapnya.

Disparitas Fasilitas
Presiden Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak, Zulfikri menilai, penyelesaian persoalan pendidikan oleh pemerintah sangat lamban. Program-program yang selama ini dijalankan masih dirasa kurang maksimal.

Dirinya mencontohkan kekurangan guru yang sudah lama terjadi, namun kuota perekrutan guru honor daerah maupun PNS tidak menutup kekurangan guru di sekolah.

"Misalnya Kalbar kurang 100 guru, tapi yang waktu rekrutmen 20 orang yang diambil. Angka seperti itu masih jauh untuk menutup kekurangan guru di daerah. Makanya harus ada keseriusan pemerintah untuk memenuhi jumlah guru di sekolah," tuturnya.

Tidak hanya itu, dia juga mengingatkan aksesibilitas ke sekolah masih sangat sulit, pemerataan sarana dan prasarana yang masih belum merata, kesejahteraan guru juga masih menjadi persoalan.

Sehingga dia juga meminta ke depan tidak ada lagi perbedaan antara pendidikan kota dan desa. Contoh, jika di kota sarana komputer dan jaringan terpenuhi, maka pendidikan desa harus mendapatkan kesempatan yang sama.

"Kalau kita melihat, kualitas anak-anak dari desa tidak jauh kualitas dari siswa di kota, tapi sayang secara fasilitas pendidikan mereka masih kurang. Maka slogan pemetaan pendidikan harus menjadi refleksi di Hardiknas tahun 2019 ini bahwa semua orang wajib mendapat pendidikan yang sama," tuturnya.

"Kami juga mengapresiasi gubernur mempunyai program sekolah gratis dan akan membangun sekolah terpadu. Semoga ini awal baik untuk pendidikan di Kalbar," katanya. 

Pemetaan Harus Detail
Pengamat Pendidikan IKIP PGRI Pontianak, Suherdiyanto mengatakan dalam rangka Hardiknas 2019 ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama.

Paling penting jika membicarakan pendidikan, maka bicara tentang kualitas mutu pendidikan. Artinya sarana dan prasarana yang ada di sekolah, setidaknya harus memenuhi standar minimal. Termasuk keberadaan gedung, standar pendidikan atau SDM.

“Sekarang guru harus S1, namun ada beberapa hal, khusus di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) masih banyak guru-guru belum S1. Ini memang perlu untuk segera diselesaikan baik itu melalui alih jenjang atau penyerataan, tentu ini perlu kebijakan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota," jelas Suherdiyanto.

Ketika membicarakan tentang rasio memang ada beberapa kabupaten/kota yang sudah cukup. Seperti misalnya di Kota Pontianak, yang secara rasio mungkin saja sudah terpenuhi.

Rasio itu bisa saja terpenuhi karena akses lebih mudah, dan pemetaan lebih cepat, apalagi Kota Pontianak tidak terlalu luas.

Tapi daerah seperti di kabupaten yang rentang wilayah luas, masih sangat kurang jumlah guru. Tentu untuk memastikan suatu daerah mengalami kekurangan guru, harus dilakukan pemetaan terlebih dahulu.

"Pemetaan guru di daerah harus dilakukan secara detail. Datanya harus jelas, baru kita bisa lihat jumlah maupun distribusi penyebaran guru di daerah," tuturnya.

Katanya, jangan sampai berasumsi kurang, tapi tidak punya pemetaan yang real di tingkat kabupaten, maka akan sulit untuk menyelesaikannya kekurangan guru di daerah.

Jadi, memang perlu kerja keras dari pemerintah untuk melakukan pemetaan guru di sekolah.

“Harus dipastikan ada berapa sekolah, dalam setiap satu sekolah ada berapa guru baik yang PNS, kontrak, maupun honor. Artinya harus ada pemetaan secara detail dan basis data yang konkrit,” katanya.

Data pendidikan yang tidak maksimal pemetaannya akan menimbulkan persoalan baru dan akan tetap menjadi masalah dari tahun ketahun. Khususnya ketika ada rekrutmen PNS untuk guru, kalau tidak mempunyai data valid yang baik maka kekurangan guru tidak tertutupi.

“Misalnya kita kekurangan guru SD, sedangkan penyumbang lulusan sarjana untuk guru SD hanya dari beberapa perguruan tinggi dan tidak mencukupi. Jadi data itu bisa menjadi analisis kebutuhan dan tidak menutup kemungkinan untuk perguruan tinggi lain membuka jurusan PGSD. Ini yang memang perlu bersama-sama mencari atau menginventarisir data terkait dengan SDM," jelasnya.

Catatan : Tulisan ini telah terbit di Koran Suara Pemred, Edisi Cetak Kamis (2/5/2019)

Selanjutnya Mengembangkan Potensi Wisata | Re-Tahun 2015



Karnaval Khatulistiwa yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat sudah selesai. Kegiatan yang disambut oleh antusias masyarakat pontianak dan sekitarnya. Mungkin kegiatan ini menjadi kegiatan terbesar yang pernah diadakan di Kalimantan Barat dan yang paling spesial bagi para masyarakat yang meyaksikan hadirnya Presiden Indonesia, Kabinet dan diramaikan para-para artis Nasional. 

Karnaval Khatulistiwa pada dasarnya bukan hanya ajang menampilkan kekayaan Indonesia di mata dunia, bukan juga kegiatan akbar untuk menghibur masyrakat KALBAR Semata. Akan tetapi kegiatan menjadi ajang pendorong agar memanfaatkan keyakayaan alam dan budaya. Seluruh dunia sudah tau bahwa Indonesia bukan hanya kaya akan pulau, tapi Indonesia mempunyai keberagaman kepercayaan, alam, adat dan budaya. Yang menjadi pertanyaan sekarang sudah mampukah Indonesia, khususnya KALBAR memanfaatkan kekayaan yang ada sekarang? 

Kalimantan Barat sebenarnya mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa asalkan bisa dimanfaatkan sebenar-benarnya. Banyak daerah-daerah yang strategis di KALBAR mempunyai potensi wisata yang tak kalah dengan daerah-daerah diluar Provinsi Kalimantan Barat. Sayangnya sampai hari ini masih banyak yang memujakan sawit daripada mengembangkan pariwisata baik itu masyarakat maupun pemerintah daerah dengan dalil meningkatkan perekonomian daerah. Mungkin setelah momentum karnaval khatulistiwa pemerintah daerah dan masyarakat bisa tersadar dengan sendiri betapa penting pengembangan daerah melalui pariwisata. 

Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbasis kearah pariwitasa perlu dimanfaatkan. Agar nantinya pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan bisa terealisasikan di Kalimantan Barat. Jika dibandingkan Pengembangan Pariwisata dan Perkebunan Kelapa sawit, antara keduanya pengembangan pariwisata mempunyai prospek lebih menjanjikan kedepanya dari pada kelapa sawit. Pengembangan potensi pariwisata tidak hanya mampu mengundang turis-turis asing untuk berkunjung. Tapi mampu meningkatkan perekonomian daerah dan pembangunan didaerah wisata tersebut. 

Walaupun sudah beberapa perkebunan-perkebunan yang meyebabkan potensi wisata hilang bukan berarti daerah di Kalimantan Barat tak mempunyai potensi wisata lagi. Masih ada terdapat di masing-masing daerah, potensi wisata yang strategis untuk dikembangkan untuk menjadi daerah pariwisata. Tinggal bagaimana lagi dengan sikap masyrakat dan pemerintah daerah memanfaatkan potensi yang ada. Semoga kemeriahan Karnaval Khatulistiwa tidak hanya sampai disini tapi mampu berkelanjutan agar pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan bisa terealisasi dengan baik. 



Mamahami Bencana Alam | Tulisan Tahun 2014

Bencana Alam adalah suatu kejadian alam yang tidak bisa diprediksi yang menimbulkan kerusakan, kerugian, bahkan kematian sekalipun bagi manusia dan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas alam bahkan manusia itu sendiri. setiap bencana yang terjadi baik itu alam maupun karena human error meninggalkan duka, trauma , kesan , dan sejarah yang tak terlupakan baik oleh korban dan keluarga maupun penduduk dunia. 

Negeri ini sering sekali dilanda bencana tercatat sejak tahun 2002 hingga awal 2014 sudah 1.093 kali indonesia dilanda bencana alam  baik itu bencana hidrometeorologi maupun nonhidrometeorologi sakaligus menempatkan indonesia di empat besar negara yang rawan bencana alam di dunia.

Tsunami,Gempa bumi,Gunung menelutus,banjir,lonsor,kekeringan dan kebakaran hutan menjadi laganan yang sudah berapa tahun terakhir ini sering singgah ke indonesia. Penyebab terjadinya bencana alam tersebut meliputi dari beberapa faktor yang terdiri dari akibat dari gejala alam (Tsunami , Gempa bumi , Gunung menelutus) itu sendiri maupun bencana yang terjadi akibat dari campur tangan manusia (banjir , lonsor , kekeringan dan kebakaran hutan).

Bencana alam yang terjadi karena faktor gejala alam itu sendiri biasa sulit untuk diperkirakan dan di hindari. Manusia sering tidak berdaya untuk menghentikan bencana yang disebabkan oleh gejala alam karena kekuatanya diluar jangkauan kemampuan manusia.

Penyebab dari indonesia yang sering di singgahi bencana alam tidak lepas dari letak wilayah indonesia itu sendiri. dimana indonesia merupakan wilayah pertemuan 3 lempeng (indo-australia,Eurasia dan Lempeng Pasifik) serta indonesia dilalui oleh tiga jalur pegunungan aktif dunia yaitu sirkum pasifik dan sirkum maditerania. Hal ini meyebabkan indonesia termasuk kedalam jalur Ring Of Fire atau cincin api pasifik dunia, yang merupakan jalaur pegunungan aktif di indonesia, jadi tidak heran lagi jika di indonesia itu banyak memiliki gunung berapi aktif dan sering terjadi bencana alam baik berupa gempa bumi yang meliputi gempa tektonik dan gempa Vulkanik.

Tidak hanya sekedar dari letak wilayah indonesia penyebab dari semua bencana alam terjadi melainkan ada campur tangan kita sebagai manusia kenapa bencana itu terjadi. Banjir , Lonsor , kekeringan dan kebakaran hutan menjadi bencana yang diakibat oleh manusia penebangan hutan , pengundulan , pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi efek dari ketiga bencana tersebut.
Penjelasan atas penjabaran penyebab bencana alam meyimpulkan dan sekaligus memberi pemahaman kepada kita bahwa bencana Alam terjadi akibat dari konsekuensi dari kombinasi aktivitas alamiah dan aktivitas manusia itu sendiri.

Dimanapun kita berada bencana alam akan selalu dekat dengan manusia baik disadari kita atau tidak. Hanya saja masing-masing wilayah memiliki potensi bencana alam yang berbeda. Sehingga kita dipaksa untuk beperan penuh dan saling bergotong royong baik dengan pemerintah maupun sesama masyarakat seyogyanya penanggulangan untuk mencegah dan menghindari bencana adalah menajemen yang baik dan mendeteksi dini bencana untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut.

“Semua kondisi, situasi , benda dan mahkluk hidup yang ada disekitar sesuatu mahkluk hidup (organisme) yang mempengaruhi perikehidupan, pertumbuhan dan sifat-sifat atau karakter mahkluk hidup tersebut” Nursit Sumaatmadja (1991)

Sumber Ilmu : 
hanniyypurple.blogspot.com/2012/06/potensi-bencana-alam-di-indonesia.html
https://parapenuliskreatif.wordpress.com/tag/bencana-alam/
PDF : Bencana Alam Karena gejala Alam : Geografi for education

Indonesia diambang Kemajuan dan Kemunduran #HUTIndonesia69

Tulisan ini saya publikasikan pertaman kali tahun 2014

17 agustus 1945 pertama kali tesk Proklamasi dibacakan oleh bung karno atas nama bangsa indonesia yang menandai bahwa hari itu adalah hari seejarahnya bangsa indonesia terlepas dari penjajahan bangsa asing.

Maka dari itu setiap tahun 17 Agustus selalu ditandakan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Indonesia, pada tahun 2014 ini tepatnya 17 Agustus 2014 Indonesia merayakan hari jadi yang ke 69 tahun.

Ibaratkan umur manusia diusia 69 tahun itu sudah tua dimana kulit manusia itu sudah keriput , mata yang sudah rabun dan indra pendengaran kurang jelas. Tapi umur Negara ini tidak bisa kita samakan secara biologis seperti layaknya manusia, dimana umur Negara ini masih terbilang cukup muda dan masih dalam tahap transisi menuju bangsa yang yang dicita-citakan oleh seluruh  masyarakat bangsa indonesia.

Sudah banyak sejarah yang dilewati oleh indonesia selama 69 tahun hari kemerdekaannya dari masa perjuangan, kemerdekaan , pasca kemerdekaan , Revolusi , orde lama , orde baru , reformasi , hingga hari ini yang berapa saat yang lalu indonesia sudah memiliki presiden yang terpilih. Tapi yang menjadi pertanyaan kita apakah ada kemajuan yang dibuat bangsa ini selama 69 tahun ?

Bangsa ini bukanlah bangsa kalkulator yang hanya bisa dibuktikan dengan persentase angka-angka tapi pada kenyataan dan faktanya jauh dari apa yang disampaikan.

Negara Indonesia kaya akan sumber daya alamnya , indonesia kaya akan perpolitikannya , indonesia kaya akan sumber daya manusianya , indonesia kaya akan budaya dan adat istiadat , kaya akan suku , kaya akan bahasa , kaya akan agama.

Tapi kekayaan itu semata hanya sebagai simbol yang menjadi kebanggaan indonesia dimata negara lain agar terlihat menjadi negara penuh kekayaan dan mungkin ingin diakui negara yang keren. Tapi pada Faktanya kekayaan itu tidak dimanfaatkan dengan sebenar-benarnya.

Ditambah perpolitikan indonesia yang semakin miris dan mengecewakan dimana terbukti perpolitikan indonesia dikuasai oleh elit-elit yang hanya berkepentingan untuk memeperkaya diri , jadi tidak heran lagi jika tingkat kasus korupsi setiap tahunya selalu meningkat. 

Demokrasi yang selama ini dipuja-puja cacat oleh Korupsi , Nepotisme , deskriminasi. Kesenjangan sosial kini semakin melonjak ditambah para-para politikus kini semakin marak hanya untuk memperkaya diri membuat indonesia memaksakan diri untuk segera berubah dan berbenah demi Negara yang demokrasi yang selama ini hanya sebagai iming-iming.

Kesadaran dan Rasa malu semoga bisa tumbuh didalam setiap individu baik , masyarakat , pemerintah , sekagus para politikus-politikus dinegara ini. Kita rasa hanya kesadaran dirilah yang menjadi senjata ampuh untuk membuat indonesia segera berbenah.

Semoga tahun yang ditargetkan menjadi tahun yang sangat demokrasi minimalisir permasalahan yang selama ini menjadi kendala. Kesejahteraan , ekonomi , kedaulatan bagi rakyat menjadi salah satu harga mati bagi NKRI ini.

Dirgahayu Indonesia ke 64 tahun Optimis menjadi negara yang patut dihargai oleh negara-negara lain.

Blog sebagai media Edukasi (Re-Tahun 2104)

Pada dasarnya blog merupakan sebuah buku harian Online yang ada pada awal tahuun 1990-an , blog merupakan media yang sangat digemari oleh para penggemar internet saat ini.

Banyak manfaat yang kita dapatkan dari blog ini , bisa dipastikan jikalau tidak ada para blogger maka kevakuman internet bisa saja terjadi . banyak hal yang kita dapat dari dunia blogging contohnya saat ini untuk mencari uang (menambahkan financial), mencari sumber refrensi, mendapatkan informasi secara aktual.

3 tiga Hal tersebut lah yang mungkin membuat dunia blog sangat digemari sehingga tidak heran lagi ketika kita mencari di google yang merajai internet yang pasti kita akan mendapatkan hal yang Positif dan ada Negatif didalamnya.

Hal yang positif seharusnya kita tetap kita pertahankan karena saya yakin ketika pecipta blog (buku harian online) ini membuat/menciptakan media ini bukan untuk merusak generasi melainkan untuk memudahkan dan menambah pengetahuan orang banyak.

Tidak bisa dipungkiri untuk saat ini blogging sangat banyak digunakan orang untuk hal yang bersifat negatif sehingga sangat merugikan regenerasi kita , tidak heran ketika sekarang internet dijadikan permainan politik yang meyimpang (kampanye hitam) , mencari uang dengan jalan yang sesingkat-singkatnya (penipu) , dan penyebar informasi yang asal nyeleneh dan pemberi refrensi yang asal-asalan.

Permasalahan seperti ini lah yang bisa merugikan kita bersama khususnya untuk para generasi penerus bangsa dan keluarga kita , maka dengan ini permsalahan seperti ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusian dan keadilan untuk masa depan kita.

Bukan saatnya lagi kita untuk acuh tak acuh (apatis) untuk regenerasi akan datang , karena masa yang akan datang internet menjadi media yang sangat dibutuhkan. Maka dengan itu kita harus bergerak secara progresif demi menjaga kedaulatan dengan menjadikan dunia blogger menjadi media informasi dan edukasi yang memberi signifikan atau berpengaruh besar demi kemajuan masa depan keluarga dan orang terdekat kita.


“BLOGGER MENJADI PENYELAMAT GENERASI PENERUS BANGSA DAN KELUARGA”

Hindari Narkoba Dari Sekarang | Repost 2014

Kami meyetujui Bahwa Narkoba Musuh kami

Narkoba (narkotika) merupakan Obat-obatan berbahaya yang berasal dari zat tanaman atau bukan tanaman , baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan perubahan kesadaran (mabuk) yang dapat menimbulkan ketergantungan.

Obat-obatan ini sangat berbahaya untuk dipergunakan sehingga Hukum Negara dan Hukum Agama sangat melarag keras digunakan dan dijual belikan, walaupun dilarang keras masih saja orang-orang mempergunakan dan memperjualkan belikannya dengan cara diam-diam.

Berbicara tentang Narkoba berarti kita lebih terpaku dengan usia remaja yang nantinya sebagai penerus keluarga dan bangsa ini karena tingkat penyalahgunaan narkoba lebih condong kepada tingkat remaja yang bisa dikatakan masih dalam transisi mencari jati diri.

Laporan BNN menunjukan bahwa penyalahgunaan Narkoba diindonesia semakin meningkat disetiap tahunya. Jumlah penyalahgunaan narkoba pada tahun 2004 sampai tahun 2008 naik sekitar 20% yaitu dari 2,80 juta oranf menjadi sekitar 3,3 juta orang pada tahun 2008. dengan semakin maraknya peredaan Narkoba yang secara diam-diam diperkirakan pada tahun 2013 jumlah penyalahgunaan meningkat menjadi 4,58 juta orang pemakai yang aktif maupun yang masih “coba Pakai”.

Yang lebih memperhatinkan lagi pada tahun 2008 sebanyak 3,3 juta orang , 93% merupakan kelompok remaja, apabila upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba bukan tidak mungkin masa yang akan datang narkoba meraja lela dikehidupan sosial masyarakat kita.
Penyalahgunaan narkoba ini merupakan ancaman besar bagi kepentingan orang banyak , khususnya generasi muda , karena Narkoba bukan hanya obat yang membuat hilangnya kesadaran disamping itu juga narkoba meyebarkan penyakit seperti HIV/AIDS dan Virus Hepatitis yang bisa menular dan meyebabkan kematian.

Betapa akan hancurnya kehidupan berbangsa ini jika penyalahgunaan mendominasi. Maka kesadaran dari masing individu kita untuk menjauhi narkoba perlu diutamakan, hidup dengan kesadaran untuk menjauhi narkoba akan lebih berwarna yang penuh keindahan bagi masa sekarang dan masa depan kita.

Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan dengan segala upaya dengan menjalankan hidup sehat hingga mengubah kondisi lingkungan yang memungkinkan orang terkena penyalahgunaan Narkoba.

Permasalahan-permasalahan inilah memerlukan pemecahan bersama, melibatkan seleruh elemen masyarkat dan pemangku kepentingan untuk menjadikan indonesia yang lebih beradab dan bebas dari penyalahgunanaan narkoba, hingga mulai dari sekarang kita sangat diwajibkan untuk memusuhi dan menghindari penyalahgunaan narkoba.

“mencegah lebih baik dari pada mengobati”

 

Selamatkan Hutan kita | ditulis Tahun 2014



Luas hutan di kalbar lebih dari 9 juta hektar yang berarti mencapai tiga perempat dari luas wilayah daratan kalbar terdiri dari hutan yang dilindungan dan dimanfaatkan.  Hutan  dikalimantan barat terdiri dari 65% hutan tropis, kawasan hutan di Kalbar kaya akan berbagaai jenis kayu termasuk yang spesifik seperti ramin dan belian. Selain itu hutan ini meyimpan 1.216 jenis flora.

Namun tak lama lagi keanekaragaman hayati dan kekayaan sumber daya alam kalimantan barat akan punah oleh berbagai kebijakan yang mengeksploitasi sumber daya alam secara destruktif.  Hal ini ditunjukan dengan banyaknya proses alih fungsi lahan, illegal logging , perluasan lahan pertanian dan perkebunan ,pertambangan,eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya kayu, sampai yang saat ini berkembang pesat adalah penanaman kelapa sawit yang meraja lela.

Sebagai provinsi yang geografisnya terletak digaris khatulistiwa dan beriklim tropis serta topografi yang luas, perkembangan perkebunan di kalimantan barat dari tahun ketahun memamang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dalam skala perkebunan besar, produksi terbesar dikalbar adalah tanaman kelapa sawit hampir sepertiga luas wilayah kalbar sudah dikonversi menjadi wilayah perkebunan sawit.

Lahan sawit saat ini menjadi primadona dalam permasalahan kerusakan hutan yang ada dikalimantan barat , tercatat perkebunan kelapa sawit dikalimantan barat dimulai dari kabupaten sanggau dengan luas lahan 63.238 Ha, untuk peringkat , disusul kabupaten ketapang dengan luas 49.936 Ha, dan untuk terluas ketiga yaitu kabupaten sekadau dengan luas lahan 24.634 Ha.

Memang pada kenyataannya perkebunan kelapa sawit memberi kontribusi terhadap pembangunan didaerah kalimantan barat dan merupakan salah satu mata pencarian masyarakat,serta membantu ekonomi yang ada didaerah-daerah yang ada di kalimantan barat.

Akan tetapi dari dampak positif yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit terdapat pula dampak negatifnya , dengan keberadaan perkebunan kelapa sawit skala besar seperti sekarang ini mengancam kalimantan barat sebagai satu kesatuan ekologis. Juga merusak keseimabngan alam dan lingkusangan, seperti tanah bekas perkebunan kelapa sawit akan menjadi gersang karena unsur-unsur hara yang ada didalam tanah telah habis. Selain itu akar dari kelapa sawit yang sangat sulit untuk dibersihkan walapun pohon sawit tersebut mati , namun dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar tanah yang telah ditanami kelapa sawit dapat digunakan lagi,

Kelapa sawit bukan hanya menjadi satu-satunya penyebab kerusakan hutan yang ada dikalimantan barat , kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri biasa yang menambahkan kekacauan dan kerusakan hutan yang ada dikalbar seperti membakar hutan untuk pertanian dan perkebunan , pertambangan emas , penebangan hutan yang dilakukan tanpa memberi sumbangsih yang nyata kepada alam seperti menanam pohon kembali.

Kerusakan hutan sangat merugikan bagi kita , karena kerusakan hutan berpontensi mengakibatkan bencana alam berupa tanah lonsor, kekeringan saat musim kemarau , rusaknya lapisan ozon , efek rumah kaca global warming , menyumbang 12%-17% dari emisi karbondioksida global, punahnya kekayaan flora dan fauna khas indonesia , serta berbagai efek negatif lainya yang sangat berpengaruh bagi kehidupan kita sehari-hari bahkan kehidupan generasi selanjutnya.

Sebelum terjadinya hal yang mebuat kita meyesal dan merugikan kita sendiri tidak ada salahnya kita mencegah dan kembali menyadarkan diri sendiri berapa penting Hutan buat kita , jika hal ini berlarut-larut kerusakan hutan kita diamkan bukan mustahil kalimantan barat terjadi proses desertifikasi (penggurunan), Komitmen kita untuk menjaga hutan sangat dibutuhkan, lakukan hal yang sederhana untuk meyeimbangkan kerusakan hutan yang dilakukan masyrakat kita sendiri seperti menanam pohon, mengurangi pemakaian yang di olah dari pohon , dan sudah semestinya prinsip pengelolaan hutan yang berkelanjutan benar-benar diterapkan.