Selamatkan Hutan kita | ditulis Tahun 2014



Luas hutan di kalbar lebih dari 9 juta hektar yang berarti mencapai tiga perempat dari luas wilayah daratan kalbar terdiri dari hutan yang dilindungan dan dimanfaatkan.  Hutan  dikalimantan barat terdiri dari 65% hutan tropis, kawasan hutan di Kalbar kaya akan berbagaai jenis kayu termasuk yang spesifik seperti ramin dan belian. Selain itu hutan ini meyimpan 1.216 jenis flora.

Namun tak lama lagi keanekaragaman hayati dan kekayaan sumber daya alam kalimantan barat akan punah oleh berbagai kebijakan yang mengeksploitasi sumber daya alam secara destruktif.  Hal ini ditunjukan dengan banyaknya proses alih fungsi lahan, illegal logging , perluasan lahan pertanian dan perkebunan ,pertambangan,eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya kayu, sampai yang saat ini berkembang pesat adalah penanaman kelapa sawit yang meraja lela.

Sebagai provinsi yang geografisnya terletak digaris khatulistiwa dan beriklim tropis serta topografi yang luas, perkembangan perkebunan di kalimantan barat dari tahun ketahun memamang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dalam skala perkebunan besar, produksi terbesar dikalbar adalah tanaman kelapa sawit hampir sepertiga luas wilayah kalbar sudah dikonversi menjadi wilayah perkebunan sawit.

Lahan sawit saat ini menjadi primadona dalam permasalahan kerusakan hutan yang ada dikalimantan barat , tercatat perkebunan kelapa sawit dikalimantan barat dimulai dari kabupaten sanggau dengan luas lahan 63.238 Ha, untuk peringkat , disusul kabupaten ketapang dengan luas 49.936 Ha, dan untuk terluas ketiga yaitu kabupaten sekadau dengan luas lahan 24.634 Ha.

Memang pada kenyataannya perkebunan kelapa sawit memberi kontribusi terhadap pembangunan didaerah kalimantan barat dan merupakan salah satu mata pencarian masyarakat,serta membantu ekonomi yang ada didaerah-daerah yang ada di kalimantan barat.

Akan tetapi dari dampak positif yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit terdapat pula dampak negatifnya , dengan keberadaan perkebunan kelapa sawit skala besar seperti sekarang ini mengancam kalimantan barat sebagai satu kesatuan ekologis. Juga merusak keseimabngan alam dan lingkusangan, seperti tanah bekas perkebunan kelapa sawit akan menjadi gersang karena unsur-unsur hara yang ada didalam tanah telah habis. Selain itu akar dari kelapa sawit yang sangat sulit untuk dibersihkan walapun pohon sawit tersebut mati , namun dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar tanah yang telah ditanami kelapa sawit dapat digunakan lagi,

Kelapa sawit bukan hanya menjadi satu-satunya penyebab kerusakan hutan yang ada dikalimantan barat , kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri biasa yang menambahkan kekacauan dan kerusakan hutan yang ada dikalbar seperti membakar hutan untuk pertanian dan perkebunan , pertambangan emas , penebangan hutan yang dilakukan tanpa memberi sumbangsih yang nyata kepada alam seperti menanam pohon kembali.

Kerusakan hutan sangat merugikan bagi kita , karena kerusakan hutan berpontensi mengakibatkan bencana alam berupa tanah lonsor, kekeringan saat musim kemarau , rusaknya lapisan ozon , efek rumah kaca global warming , menyumbang 12%-17% dari emisi karbondioksida global, punahnya kekayaan flora dan fauna khas indonesia , serta berbagai efek negatif lainya yang sangat berpengaruh bagi kehidupan kita sehari-hari bahkan kehidupan generasi selanjutnya.

Sebelum terjadinya hal yang mebuat kita meyesal dan merugikan kita sendiri tidak ada salahnya kita mencegah dan kembali menyadarkan diri sendiri berapa penting Hutan buat kita , jika hal ini berlarut-larut kerusakan hutan kita diamkan bukan mustahil kalimantan barat terjadi proses desertifikasi (penggurunan), Komitmen kita untuk menjaga hutan sangat dibutuhkan, lakukan hal yang sederhana untuk meyeimbangkan kerusakan hutan yang dilakukan masyrakat kita sendiri seperti menanam pohon, mengurangi pemakaian yang di olah dari pohon , dan sudah semestinya prinsip pengelolaan hutan yang berkelanjutan benar-benar diterapkan.

Tulisanku tidak bermakna,tidak berkualitas dan tidak bermanfaat, jadi jangan hiraukan atau dimasukan dalam hati.


EmoticonEmoticon