Kasacima Giat : Aspirasi Mahasiswa bukan Siperusuh


Aspirasi merupakan salah satu meyampaikan sebuah keritikan terhadap permasalahan yang ada , persoalan yang meyimpang , dan Meluruskan kebenaran , membuang jauh-jauh ketidak benaran.

Aspirasi mahasiswa merupakan wujud peduli mahasiswa terhadap negara yang dicintainya , meluruskan Visi dan misi bangsa , meyampaikan peyimpangan yang dibuat oknum-oknum munafik pada bangsa ini. dimana Aspirasi mahasiswa ini termasuk kedalam Tri Dharma perguruan tinggi (Pengabdian kepada masyarakat).

Berbagai macam bentuk dan cara mahasiswa  dalam meyampaikan Aspirasi dari menulis opini di media massa , media sosial (intenernet) , bahkan sampai dengan turun kejalan (demo). tapi terkadang Aspirasi mahasiswa di kenkang oleh kepentingan munafik di negeri ini , ketika mahasiswa  meyampaikan aspirasi dengan turun Aksi kejalan Mahasiswa diperlakukan seperti musuh yang selalu membuat kejelekan padahal niat mahasiswa sebenarnya lurus hanya untuk mengabdi kepada masyrakat walaupun tidak secara lansung turun ke lingkungan sosial masyrakat .

Mahasiswa yang meyampaikan Aspirasi selalu dikatakan Anarkis , perusak bahkan pembunuh berdarah dingin sehingga mereka harus di asingkan , kilas balik Pada Era 90'an banyak para mahasiswa yang meyampaikan aspirasi dengan turun kejalan , aksi pada saat itu akan selalu diingat dan dikenang bangsa ini karena termasuk aksi terbesar di indonseia yang banyak memakan korban mereka meyampaikan dengan aspirasi dengan nada yang lantang dengan emosional yang berlandaskan nasionalisme. 

Masalah yang sering terjadi pada saat mahasiswa demo (turun aksi kejalan untuk meyampaikan aspirasi) bentrok kedua kubu yang sama-sama berpegang teguh pada nasionalisme antara aparat polisi dan mahasiswa yang meyampaikan aspirasi inilah realita yang sering kita dengar dan kita lihat.

Berkenaan dengan permasalahan sering terjadinya bentrok antara kedua kubu ini meninggalkan kesan yang kurang manis atas pandangan masyrakat , oleh karena itu suatu hal yang memang benar akan menjadi salah ketika sudah terjadi seperti ini . 

Permasalahan ini temasuk mengubah pola pikir masyrakat terhadap mahasiswa yang dinilai mahasiswa yang turun demo adalah generasi perusak bangsa, sehingga membuat masyrakat lebih memandang mahasiswa yang apatis yang hanya bisa kuliah pulang , mengurus nilai , dan cepat selesai , sehingga bisa cepat kerja

Perlu diluruskan pola pikir masyrakat saat ini ketika mahasiswa semua Apatis akan menjadi bencana besar bagi bangsa ini , menerima peyimpangan yang dibuat oknum dengan cara berdiam diri bukan salah satu cara yang cerdas untuk membangun bangsa ini.

akan tetapi pandangan masyarakat ini tidak akan bisa disalahkan karena ini adalah pendapat , mau tidak mau , suka tidak suka itu kita akan tetap menghargainya.

kembali kepada permasalahan bentrok antara dua kubu yang yang mempunyai landasan idealisme , terkadang kita tidak bisa meyalahkan polisi sepenuhnya , tapi kita juga tidak bisa meyalahkan mahasiswa yang memperjuangkan masyarakat.

kita bisa mengatahui apa yang terjadi yang mengakibatkan bentrok antara kubu ini adalah dengan turun lansung kelapangan , maka kita akan menemukan titik dimana salah dan benarnya. 

Polisi akan tetap menjaga ketentraman demi kepentingan masryarakat , begitu juga mahasiswa yang meyampai isu-isu permasalahan yang terjadi, tidaklah mungkin mahasiswa akan turun kejalan tampa ada isu-isu yang meyimpang, polisi pun tidak berhak untuk membubarkan masa selama mereka masih tetap menjaga sikap nasionalismenya , terkadang bentrok terjadi karena polisi terpancing oleh mahasiswa , dan polisi selalu membawa senjata yang memang membahayakan mahasiswa yang sedang melakukan aksi ., padahal mahasiswa hanya berbekal spanduk dengan kata-kata hiasan isu yang ingin disampaikan. 

Mahasiswa yang meyampaikan aspirasi adalah mahasiswa yang masih peduli bangsa ini , dimana tugas mahasiswa adalah agen perubahan , agen pengontrol , yanag berlandasan nasionalisme , apa jadinya ketika semua orang diam dengan permasalahan yang merugikan masyarakat, apa jadinya ketika semua orang menerima peyimpangan yang terjadi , apa jadinya ketika mahasiswa hanya bisa berdiam diri ketika kemunafikan memenuhi bangsa ini , maka semua itu akan menjadi awal kehancuran bangsa ini.

"kami mahasiswa peyampai aspirasi masyarakat bukanlah perusak , bukan lah perusuh , dan juga bukan sipembunuh"

Tulisanku tidak bermakna,tidak berkualitas dan tidak bermanfaat, jadi jangan hiraukan atau dimasukan dalam hati.


EmoticonEmoticon